RA. KARTINI
Oleh : R.A. Syukuri Nikmah
Seperti kendaraan yang hendak mengantarkan sebuah mimpi
Bahasanya adalah hati yang prihatin
Bertahun-tahun kau tulis prosa
Temanya selalu sama; “habis gelap terbitlah terang”
Apakah sekarang kau masih menulis prosa
Dangan kata-kata didih dan berbisa?
Aku sering memumikanmu dalam novel-novel tua
Juga prosa yang akan kutulis malam ini
Masih atas jiwamu
Sayang! Meski kususuri prosa demi prosa
Novel-novel tua tak mampu membangkitkanmu
Dalam kalender yang semakin celaka

Tidak ada komentar:
Posting Komentar