Rabu, 21 April 2010

PUISIKU 5

RA. KARTINI

Oleh : R.A. Syukuri Nikmah



Surat yang kau kirimkan tersusun rapi
Seperti kendaraan yang hendak mengantarkan sebuah mimpi
Bahasanya adalah hati yang prihatin

Bertahun-tahun kau tulis prosa
Temanya selalu sama; “habis gelap terbitlah terang”

Apakah sekarang kau masih menulis prosa
Dangan kata-kata didih dan berbisa?

Aku sering memumikanmu dalam novel-novel tua
Juga prosa yang akan kutulis malam ini
Masih atas jiwamu

Sayang! Meski kususuri prosa demi prosa
Novel-novel tua tak mampu membangkitkanmu
Dalam kalender yang semakin celaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar