Jumat, 12 Februari 2010

PUISIKU 4

KETIKA CINTA BERSHALAWAT


Oleh : R.A. Syukuri Nikmah



Selamanya ingin kusaksikan embun pagi

Bergerak melepaskan butiran-butiran rindu

Yang telah selesai kususun lewat mimpi

Andai saja tuhan membongkar jasadku

Pastinya hanya serpihan do’a yang tak henti-henti

Bertasbih; Semoga cinta kita kekal abadi


Denies, adakah yang tahu kenangan kita malam itu

Begitu melekat di garis-garis jendela kamarku

Kadang menangis kadang tertawa memikirkan

Hubungan kita yang selaras dengan cuaca


Shalawat cinta yang kau tempelkan dimataku

Menjadi irama mawar berduri

Setiap shubuh tiba, bunga-bunga itu mengalir

Lewat Handphone Nokia 1200 blue


Perjalanan sunyi yang kutempuh

Taklagi membawa gelisah, karena cintamu mengasinkan

Muara airmata

Tataplah sisa bintang yang ada, didalamnya dapat kau susuri

Novel-novel tua yang sempat menulis cerita cinta

Sungguh seribu tahun penantianku tengah akrab

Dengan rindumu yang penuh kimia-fisika